Selasa, 09 Oktober 2018

Pildacil : Menyayangi Orang Tua

Buat Usia TK atau SD kelas 1



Berbakti kepada Kedua Orangtua

Assalamu ‘alaikum……..
Hamdan wa syukrollillah, Asholatu wassalamu ‘ala nibiyil musthofa muhammadin wa’ala alihi washohbihi wassllim ajma’in. (amma ba’d)
Yang saya hormati para dewan juri, Pak Ustad dan Ustadzah, para pejabat tamu undangan, serta teman-temanku yang berbahagia.
Teman-teman saya mau nanya nih... teman-teman sayang ngak sama orang tua…? Pasti sayang semua. Kalau ngak sayang berarti anak dur..ha..ka.. Kalau anak durhaka hidupnya pasti tidak bahagia dan pasti masuk neraka.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah
Sebagai seorang Muslim kita wajib berbakti kepada ibu dan  bapak sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36:
* (#rßç6ôã$#ur ©!$# Ÿwur (#qä.ÎŽô³è@ ¾ÏmÎ/ $\«øx© ( Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $YZ»|¡ômÎ)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Saat hamil, ibu selalu dalam kepayahan karena mengandung kita, sementara bapak bekerja siang dan malam untuk kelahiran kita. Bahkan sampai sekarang kasih sayangnya tiada terkira. Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orangtua kita!
Ada sebuah kisah :
Pada suatu hari, ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad saw.
“Wahai nabi…Siapa manusia yang paling kita hormati?
“nabi menjawab..Ibumu,”
”Lalu siapa lagi ya rasul?
“Ibumu,”
“Lalu siapa lagi ya rasul?”
“Ibumu,” lagi-lagi Nabi memberi jawaban dengan jawaban yang sama hingga tiga kali.
“Lalu siapa lagi ya rasul?”
“baru nabi menjawab..Ayahmu.”
Hadirin yang berbahagia
Sungguh luar biasa ibu dan ayah, Karena itu sayangilah mereka berdua, jangan sesekali menyakitinya, niscaya Allah akan menurunkan siksa dan neraka balasannya. Oleh karena itu marilah kita senantiasa berdoa untuk mereka:
"Allohumma firli waliwalidayya warhamhuma kama robbayanisoghiro

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

Beli kelapa dicampru madu
Oleh-oleh buah rambutan
Anak durhaka nggak akan laku
Anak berbakti jadi rebutan
Wassalamu ‘alaikum……...


Oleh Hery S

Sabtu, 02 Desember 2017

Pildacil : Istiqomah dalam berhijrah



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Alhamdulillahilladzi afdhola bani adama bil’ilmi fii sairil ‘alam.
Washolatu wassalamu ‘alaa sayyidina muhammadin khoiril anaam.
Waala alihi washohbihi ila yaumil qiyaam (amma ba’d)

Yang saya hormati guru saya, para alim ulama wal umaro’, para Ustad dan ustadzah, Dewan Juri serta teman2 yang dirahmati Allah..
Segala puji hanya milik Allah yang maha tinggi, yang meninggikan derajat insani, dengan ilmu dan budi pekerti. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada imamul mujahidin pemimpinnya para mujahid, imamul muttaqin pemimpinnya kaum mukmin yaitu junjungan kita nabi Muhammad saw. dan semoga kita selalu mendapatkan syafa’atnya di yaumul kiamat. Amin.. amin.. ya..mujibas saa’iliin.
Oh iya perkenalkan nama saya Tyas Inayah dari SMK Widia Nusantara Rawalumbu Bekasi, Alhamdulillah atas Ridho Allah saya bisa tampil di sini, mudah-mudahan bisa menambah pengalaman dan wawasan bagi saya dan teman2 yang ada disini. Dalam ceramah ini saya akan menyampaikan ceramah dengan judul “Istiqomah dalam berhijrah”.
Allah berfirman QS. Fushilat: 30:
(Ayatnya tyas cari ya dihafalkan)
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Hai hadirin.. tidak ada manusia yang tidak pernah berdosa, tidak ada manusia yang tidak pernah bersalah kecuali nabi Muhammad saw.
Nabi Adam as yang jelas2 nabi, beliau pernah berdosa pada Allah swt yaitu memakan buah kuldi.
Nabi Musa as pernah sombong karna ilmunya.
Nabi Lud as pernah marah sama umatnya dan memohon di berikan adzab pada umatnya yang membangkang.
Hadirin pada dasarnya manusia itu adalah AL INSANU MAHALUL KHOTOK “manusia tempatnya salah dan lupa” makanya kita harus punya prinsip selalu memperbaiki diri kita, seperti sabda rosulullah saw “hari ini harus lebih baik dari hari kemaren dan  hari esok harus lebih baik dari hari sekarang dan seterusnya.
Oh ya temen2 ada sebuah cerita ni… mau dengerin tidak… Begini ceritanya:
Ada Seorang pemuda pendosa. Setiap kali ayahnya menasehati selalu dia hiraukan. adan akhirnya ayahnyapun menancapkan tiang didepan rumahnya. Disetiap berbuat dosa.. ayahnya menancapkan sebuah paku ditiang kayu depan rumahnya. Hari demi hari, waktu demi waktu tiangpun tak kelihatan tiang.. karna tertutup dengan paku.
Lalu ayahpun berkata.."nak janganlah berbuat dosa lagi, sudah tak ada tempat lagi tuk menancapkan paku ini..
Barulah sang pemuda pendosa itu sadar dan bertaubat dengan istiqomah dia selalu beribadah..
Disetiap berbuat baik ayahnya mencabut satu paku. Akhirnya pakupun habis karna pemuda itu selalu berbuat baik.
Lalu ayahnyapun berkata.. "Nak paku sudah habis ayah cabut karna kamu berbuat baik. Ayah bangga.. tapi ingat nak lubang paku dan karat masih akan berbekas selama-lamanya...
Teman-teman..
-       Kalau seandanya ginjal ini sudah rusak gara2 narkoba atau alkohol. apa bisa sembuh seperti sedia kala, walaupun tobat kita telah diterima Allah...?
-       Kalau seandainya kita kena HIV Aids apakah bisa sembuh seperti sedia kala.. walaupun tobat kita diterima Allah.swt.

Hadirin yang berbahagia.
Kesimpulan ceramah ini marilah kita berhati2 dalam melangkah dan selalu istiqomah dalam beribadah. Apa balasan bagi orang2 yang selalu istiqomah.. Ulaaika ‘alaihim sholawatummirrobbihim warohmah (mereka itulah orang2 yang akan mendapatkan rohmat) walulaaika humul muhtaduun (dan mereka itulah yang akan selalu mendapatkan rahmatnya Allah saw)

Demikianlah teman2 ceramah singkat ini,
Sebelum saya tutup saya pantun dulu ya…
Pergi jalan-jalan ke Madura
Langsung ke balik papan
Jika ada hilaf saya berbicara
Mohon kiranya dapat di maafkan..
Ihdinashirotol mustaqiim. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...



Rabu, 15 November 2017

Teks Pildacil : Dutiful to Parents "Berbakti Kepada Orang Tua"



Berbakti kepada Orang Tua (Teks kedua)
Assalamu alaikum wr wb.
Hamdan wa syukrollillah, Asholatu wassalamu ‘ala nibiyil musthofa muhammadin wa’ala alihi washohbihi wassllim ajma’in. (amma ba’d)

Yang sama-sama kita homati dewan juri, Para alim ulama hadirin wal hadirot, serta teman-temankusantri yang berbahagia.
Teman-teman How are your…   Alhamdulillah semua sehat
Teman-teman saya juga mau nanya nih... teman-teman siapa yang pinging masuk surga?...... Apa pingin masuk neraka !...Pasti semua jawabannya pingin masuk surga. Mangkanya kalau pingin masuk surga harus berbakti kepada kedua orang tua.

Containing our mothers ..
Mothers who gave birth to us ..
Ibu yang mengandung kita..
Ibu yang melahirkan kita..
Ibu yang merawat dan yang mengasuh kita.
Pantas Rasulullah bersabda bahwa ibu lebih tinggi derajatnya disbanding ayah.
Bahkan ibu slalu berdoa untuk kita.. Jika kita sakit ibu dengan tulus berdoa kepada Allah swt.. “Ya Tuhanku janganlah engkau beri sakit anakku. Kasihan anakku.. anakku gak ngerti apa-apa. Aku ikhlas ya Allah pindahkan sakitnya ketubuhku ya Allah”.
Sungguh ibu sangat luar biasa. Pantas Allah meletakkan surga dibawah telapak kaki ibu.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Gimana kalau seandainya ibu kita dipanggil Allah. Sedih tidak…?
Pasti kita akan sedih. Untuk itu marilah ibu kita yang masih ada kita sayangi dan kita cintai. Insya allah kita akan bahagia dunia dan akhirat. Hal ini seperti firman dalam surat al isro’ ayat 23 yg berbunyi :

"Waqodho robbuka alla ta'budu illaaiiyahuwabil walidaini ihsaana. Imma yablughona 'indakal kibaro ahaduhumma auqilahuma uffiu wala tanharhuma waqullahuma qoulan kariima."
Artinya : Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Ayat tadi memerintahkan kepada kita agar senantiasa menyayangi kedua orang tua karena jasa mereka sangat banyak tiada terkira.
Karena itulah, jangan sampai kita durhaka kpd orang tua karna ridho Allah terletak kepada ridho orang tua, dan murka Allah terletak kepada murka orang tua.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.
I'll see you again in front of friends. See you soon.
(Sampai ketemu lagi teman-teman. Sampai jumpa)
Wassalamu alaikum wr wb.

Oleh Ust. Heri
 
Oleh : Ustd Heri